Literasi merupakan kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan informasi secara cerdas. Tujuan literasi adalah membangun pemahaman siswa, keterampilan menulis, dan keterampilan komunikasi secara menyeluruh. Selama ini berkembang pendapat bahwa literasi hanya ada dalam pembelajaran bahasa atau di kelas bahasa. Pendapat ini tentu saja tidak tepat karena literasi berkembang pada mata pelajaran yang lain juga. Oleh karena itu, literasi harus didukung oleh berbagai pihak termasuk oleh sekolah.

Model program literasi yang diterapkan di SMK BHS, yaitu:

  1. Membaca buku nonpelajaran sebelum proses belajar dimulai.
    Buku non pelajaran yang dimaksudkan di sini bisa berupa buku cerita, novel ataupun buku jenis lain yang lebih mengajarkan nilai budi pekerti, kearifan lokal, nasionalisme dan lain-lain yang lebih disesuaikan pada tahap perkembangan peserta didik. Pada kegiatan ini peserta didik dibiasakan untuk membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Seluruh guru di sekolah khususnya guru yang mengajar pada jam pertama ikut memantau dan mengawasi berjalannya kegiatan ini.
  2. Membuat sudut baca di beberapa tempat di sekolah
    Sudut baca merupakan suatu tempat khusus di bagian kelas/sekolah di mana tersedia kumpulan buku bacaan dan tempat duduk yang nyaman untuk membaca. Pojok baca di SMK BHS ditempatkan di setiap kelas agar peserta didik dapat leluasa untuk membaca di kelasnya masing-masing.
  3. Membaca buku referensi/pengayaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran
    Membaca buku referensi/pengayaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran dimulai dari melakukan analisis KD melalui identifikasi materi pembelajaran. Kemudian, guru menentukan buku sumber atau buku referensi yang berhubungan dengan materi. Setelah itu, Guru menugaskan peserta didk untuk membaca buku tersebut untuk menunjang pembelajaran.