“Handsanitizer An+IS” Praktik Baik pembelajaran dari SMK Bina Harapan Sumedang

Masa pandemi Covid-19 telah menciptakan banyak kebutuhan, menjaga jarak dalam interaksi sosial (social distancing), karantina, serta perlunya mencuci tangan dan memakai handsanitizer setiap saat sehingga setiap individu yang rentan tidak akan terkena virus. Segala tindakan yang dilakukan itu merupakan salah satu tujuan agar sistem perawatan kesehatan tidak kewalahan dengan adanya peningkatan jumlah pasien yang harus dilayani. Upaya tersebut mendorong kreatifitas siswa/siswi jurusan Kimia Industri SMK Bina Harapan Sumedang (BHS) beserta staf guru dan laboratorium untuk berinovasi menciptakan sebuah produk yang sangat berguna di masa-masa pandemi, yaitu pembuatan handsanitizer.
Handsanitizer merupakan salah satu barang yang banyak dicari dan dibutuhkan banyak orang di masa pandemic. Disamping mencuci tangan dengan sabun, handsanitizer lah yang pertama kali orang-orang cari guna melindungi tangan dari kuman dan virus yang sedang merajalela ini.

Dari bahan dan peralatan sederhana laboratorium
Proses pembuatan handsanitizer ini cukup mudah dengan metode sederhana dan perbandingan kuantitas bahan yang sudah ditentukan. Pembuatan handsanitizer yang dilaksanakan di SMK BHS sesuai dengan standar WHO, dengan menggunakan campuran larutan H2O2 (hydrogen peroksida), Gliserin, aquades dan alcohol 70%

Adapun peralatan yang digunakan adalah peralatan laboratorium sederhana, diantaranya adalah gelas ukur, labu ukur, gelas kimia, batang pengaduk, corong kaca, pipet tetes dan botol semprot.
Selama proses pembuatan handsanitizer, tidak terlepas dari pendampingan staf guru dan laboratorium. Hal ini dilakukan agar pada saat siswa/siswi merasa kesulitan dalam yang melaksanakan pembuatan handsanitizer dapat dibantu secara langsung.

BACA JUGA  Beasiswa Pendidikan ke Republik Rakyat Tiongkok

Buat Siswa Antusias

Kreatifitas ini diikuti oleh sebagian besar siswa/siswi yang sebelumnya belum pernah melakukan pembuatan handsanitizer. Hal inilah yang memicu rasa antusias dan semangat siswa dalam proses pembuatan. Selain menghasilkan produk yang memiliki nilai fungsi yang cukup besar, siswa juga mendapatkan ilmu baru yang bisa diterapkan kapanpun dan dimanapun.
Pembuatan handsanitizer ini sebenarnya sudah diawali sebelum pandemic dengan 2 varian yang berbeda yakni tekstur gel dan cair. Namun saat terjadi pandemic, pembuatan handsanitizer ini menjadi salah satu pembelajaran dimasa covid-19 yang sangat berguna. Pemanfaatan hasil produk handsanitizer digunakan untuk operasional sekolah, kegiatan bakti social dan lain sebagainya
Meskipun di masa pandemic, tidak menutup kesempatan untuk tetap produktif dan kreatif.

 

Penulis : Oi Parida, S.T.

995cookie-check“Handsanitizer An+IS” Praktik Baik pembelajaran dari SMK Bina Harapan Sumedang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.