Praktek Kerja Lapangan adalah pola penyelenggaraan diklat yang dikelola bersama-sama antara SMK BHS dengan industri/asosiasi profesi sebagai institusi pasangan (IP), mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga tahap evaluasi dan sertifikasi yang merupakan satu kesatuan program dengan menggunakan berbagai bentuk alternatif pelaksanaan, seperti day release, block release, dan lain sebagainya. Praktek Kerja Lapangan diterapkan dalam proses penyelenggaraan SMK BHS dalam rangka lebih mendekatkan mutu lulusan dengan kemampuan yang diminta oleh dunia industri/usaha.

Ciri/operasionalisasi pembelajaran di dunia kerja/industri adalah sebagai berikut :

  1. Peserta diklat yang mengikuti pelatihan di industri adalah mereka yang telah menyelesaikan semua indikator, kompetensi dasar, dan standar kompetensi yang dibebankan pada kelas X.
  2. Industri dapat melakukan pemilihan peserta dan memberikan pembekalan kemampuan tambahan, agar benar-benar siap dan memenuhi standar minimal sesuai dengan persyaratan kerja yang ada.
  3. Kegiatan pelatihan di industri dilaksanakan sesuai dengan program bersama yang telah disepakati.
  4. Kegiatan peserta di industri merupakan kegiatan bekerja langsung pada pekerjaan yang sesungguhnya, untuk menguasai kompetensi yang benar dan terstandar, sekaligus menginternalisasi sikap dan etos kerja yang positif sesuai dengan persyaratan tenaga kerja profesional pada bidangnya.
  5. Lamanya peserta berada di industri, ditentukan atas dasar jumlah waktu latihan yang dipersyaratkan untuk menguasai kompetensi yang akan dipelajarinya. Waktunya berkisar antara 3 bulan sampai 6 bulan.
  6. Pelaksanaan pembelajaran di industri dilengkapi dengan perangkat antara lain : jurnal kegiatan peserta, termasuk daftar kemajuan hasil belajar peserta; perangkat monitoring; kontrak kerja/perjanjian peserta (jika diperlukan); lain-lain yang dianggap perlu.
  7. Kegiatan pembelajaran berbasis kompetensi dilakukan setelah penyiapan komponen-komponen/sarana pemelajaran dipastikan kesiapannya, untuk mengantisipasi terjadinya hambatan dalam pelaksanaan proses pemelajaran.

Hasil pelaksanaan pembelajaran, baik di SMK BHS maupun di industri, adalah dicapainya penguasaan sejumlah kompetensi yang telah direncanakan dalam program pembelajaran oleh peserta didik. Semua perolehan dan hal-hal penting yang terkait, terekam dalam database pendidikan.

SMK BHS Kompetensi Keahlian Kimia Industri melaksanakan Praktek Kerja Lapangan dimulai sekitar bulan Desember sampai dengan bulan Maret serta Juni sampai dengan Agustus.